Bayangkan, setiap hari lantai rapuh itu bergoyang di bawah kaki para santri kecil yang sedang melantunkan ayat-ayat suci. Jemari mungil mereka membuka mushaf, suara indah hafalan Al-Qur’an menggema, menembus sunyinya rawa. Namun di balik keindahan itu, ada rasa cemas yang tak pernah hilang: kayu lapuk yang bisa runtuh kapan saja, menelan semangat mereka ke dalam rawa yang gelap.
“Ya Allah, kami ingin fokus menghafal, tapi kadang takut kalau tiba-tiba terperosok…” lirih seorang santri tahfidz. Mereka tidak meminta kemewahan, hanya keamanan agar bisa menjaga kalam-Nya dengan tenang. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Maka setiap huruf yang mereka hafal adalah cahaya, dan setiap bantuan kita adalah bagian dari cahaya itu.
Allah berfirman: “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261). Sahabat, mari hadirkan ketenangan bagi para penjaga Al-Qur’an ini. Dengan membantu renovasi rumah tahfidz di atas rawa, setiap rupiah yang kita sisihkan akan berlipat ganda menjadi pahala, mengalir bersama lantunan ayat suci yang mereka jaga.
👉 Inilah kesempatan kita: menjadi bagian dari setiap huruf yang mereka hafal, setiap doa yang mereka panjatkan, dan setiap cahaya yang mereka tebarkan.
Verified Organization