Menguatkan Langkah Santri Yatim dan Dhuafa Penghafal Al-Qur’an
Bisa kita bayangkan jika di pondok pesantren kebutuhan berasa selalu menipis, apa yang akan terajdi dengan para santri? apalagi mereka adalah para santri yatim dhuafa penghafala alqur'an.
Sekitar 352 santri yang ada di pondok pesantren hidayatullah di wilayah lombok dan Sumbawa adalah yatim dan dhuafa yang setiap harinya berjuang menuntut ilmu dan menghafal Kalamullah.
Mereka datang dari keluarga sederhana, bahkan sebagian harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran ayah tercinta. Namun keterbatasan tidak memadamkan semangat mereka untuk menjadi penjaga Al-Qur’an.
Yusuf Qorni salah satu dianaara banyaknya santri yang sudah memiliki hafalan alquran lebih dari 10 juz namun ia harus sabar apabila sewaktu-waktu beras di pondok pesantren sudah habis.
Sejak sebelum fajar menyingsing, para santri sudah bangun untuk shalat malam, mengulang hafalan, lalu melanjutkan belajar hingga malam hari. Di balik semangat itu, ada kebutuhan sederhana yang harus selalu tersedia setiap hari: beras sebagai makanan pokok mereka.
Bagi kita, sepiring nasi mungkin terasa biasa. Namun bagi para santri yatim dhuafa penghafal Al-Qur’an, itu adalah sumber tenaga untuk terus belajar, menghafal, dan menjaga ayat-ayat Allah di dalam dada mereka.
Hari ini, persediaan beras untuk kebutuhan santri membutuhkan dukungan dari kaum muslimin.
Setiap butir beras yang Anda sedekahkan akan menjadi energi bagi para penghafal Al-Qur’an. Setiap suapan yang mereka makan insyaAllah mengalir menjadi pahala jariyah bagi para donatur.
Bayangkan, ketika para santri membaca ayat demi ayat Al-Qur’an, menghafalkannya, lalu mengamalkannya dalam kehidupan, semoga Allah turut mencatat pahala untuk orang-orang yang telah membantu memenuhi kebutuhan mereka.
Mari hadirkan senyum dan semangat bagi 352 santri yatim dhuafa penghafal Al-Qur’an melalui Program SEBAS – Sedekah Beras Santri.
🤲 Satu karung beras yang kita berikan hari ini, bisa menjadi penguat langkah mereka menjaga Kalamullah hingga masa depan.
Verified Organization