Kabar Dampak Donasi
Lihat bagaimana kontribusi Anda membawa harapan dan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan

Pada Ahad, 22 Februari 2026, bertepatan dengan 4 Ramadhan 1447 H, LAZNAS BMH kian menunjukkan kiprahnya dalam mendampingi warga penyintas bencana melalui program “Dapur Bahagia Ramadhan”. Kali ini, BMH menjangkau Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, wilayah pedalaman Aceh Tamiang yang masih bergulat dengan dampak bencana.
Untuk mencapai lokasi, tim BMH menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam melewati medan bergelombang dan menantang. Namun demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan langkah. Setibanya di desa, tim langsung berkoordinasi dengan warga guna memastikan program berjalan partisipatif dan tepat sasaran.

Sambutan hangat masyarakat menjadi penanda bahwa kehadiran BMH bukan sekadar membawa bantuan, melainkan juga harapan.
Selanjutnya, BMH menggerakkan konsep dapur kolaboratif dengan melibatkan warga setempat. Sekitar 20 ibu-ibu bersama beberapa bapak-bapak bergotong royong menyiapkan bahan, memasak, hingga mendistribusikan makanan. Dengan pendekatan ini, BMH tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa percaya diri warga dalam proses pemulihan.
Dapur di Lingkungan Terbuka
Melalui program tersebut, BMH menyiapkan 350 paket berbuka puasa bagi masyarakat desa. Dapur didirikan di ruang terbuka, tepat di bawah pohon rindang di samping rumah-rumah warga yang sebagian masih berdiri dengan material seadanya. Kondisi hunian yang belum sepenuhnya pulih menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan.

Meski demikian, suasana memasak berlangsung penuh semangat. Tawa dan canda mengiringi aktivitas di dapur lapangan. Aroma masakan yang mengepul menghadirkan kehangatan di tengah keterbatasan. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa daya tahan sosial warga tetap terjaga ketika didukung oleh kepedulian bersama.
Ibu Linda, salah satu warga yang menginisiasi partisipasi ibu-ibu lain, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi BMH mendampingi desa mereka.
“Kami sangat berterima kasih dengan kedatangan BMH dalam program ini. Masyarakat merasa tidak ditinggalkan dan masih diperhatikan. Dengan keadaan serba terbatas, namun semangat kami tidak pernah surut. Justru dengan adanya kegiatan seperti ini, kami jadi lebih kuat dan merasa punya keluarga besar yang peduli,” tuturnya haru.
Setelah proses memasak selesai, tim bersama warga membawa 350 paket berbuka ke masjid kampung untuk dibagikan. Warga kemudian berkumpul dan berbuka puasa bersama.
Memperkuat Silaturahim
Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hidangan hangat, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta meneguhkan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Di sisi lain, relawan BMH menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pendampingan jangka panjang.
“Melihat antusiasme ibu-ibu yang memasak sejak pagi dan senyum tulus warga saat menerima paket berbuka, semua rasa penat hilang. Program ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi bagian dari upaya menguatkan jiwa dan kebersamaan,” ujar salah satu relawan di lokasi, Adnan.
Dengan demikian, kehadiran Dapur Bahagia Ramadhan di Pematang Durian menegaskan peran BMH sebagai lembaga yang tidak hanya responsif pada fase darurat, tetapi juga konsisten mendampingi proses pemulihan sosial dan spiritual penyintas.
“Melalui pendekatan pemberdayaan yang melibatkan warga secara aktif, BMH berupaya menumbuhkan ketahanan bersama, sehingga masyarakat semakin siap menata kembali kehidupan mereka pascabencana,” tutup Adnan