Kabar Dampak Donasi
Lihat bagaimana kontribusi Anda membawa harapan dan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan
Dalam suasana terik musim kemarau, sebuah harapan baru mengalir dari bumi Dusun Miru, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Pada 15 Juli 2025, Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-211 di Jawa Timur, kali ini menyasar Pondok Pesantren Tahfidz Roudlotu Talimil Qur’an.
Hadir sebagai pemberi amanah, Ibu Putri Dwi Indriani, sumur ini menjadi jawaban atas kesulitan panjang para santri dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Selama ini, di musim kemarau, santri terpaksa bergantung pada air tangki yang harus dibeli, atau menggunakan air dari sungai dan sumur tradisional yang kualitasnya tidak selalu terjamin.
“Kalau musim kemarau, kami harus beli air. Kadang airnya keruh, tapi tetap dipakai untuk mandi dan mencuci,” ungkap Nizar, salah satu santri dengan suara lirih.
Kini, dengan mengalirnya air dari sumur bor setinggi 80 meter, beban itu perlahan mulai terangkat. Tidak hanya untuk minum dan mandi, air dari sumur ini juga akan digunakan untuk kegiatan harian pesantren seperti memasak, mencuci piring, hingga membersihkan lingkungan asrama.
Ibu Putri Dwi Indriani, yang mempercayakan pembangunan sumur ini melalui BMH, hadir langsung dalam acara peresmian. Ia berharap sumur ini menjadi wasilah keberkahan.
“Semoga air dari sumur ini tidak hanya menghilangkan dahaga, tapi juga membawa ketenangan bagi para santri dalam menghafal Al-Qur’an,” ujarnya dengan penuh harap.
Peresmian sumur juga dirangkai dengan kepedulian kesehatan. Klinik Eyelink turut hadir memberikan pelayanan cek mata gratis bagi lebih dari 60 santri dan warga sekitar.
“Banyak santri yang mengeluh mata lelah karena belajar malam hari. Ini kesempatan baik untuk memastikan kesehatan penglihatan mereka,” jelas Bapak Galih, perwakilan Eyelink.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menegaskan bahwa program sumur bor adalah bentuk konkret kepedulian terhadap hak dasar santri.
“Air bersih adalah fondasi kesehatan dan konsentrasi belajar. Dengan sumur ini, kami berharap para santri bisa fokus pada ilmu, bukan lagi memikirkan dari mana air akan didapat,” tutupnya.
Di bawah terik matahari, aliran air dari sumur bor pertama kali menyembur—menjadi simbol harapan, ketahanan, dan kepedulian yang terus mengalir.*/Herim