Kabar Dampak Donasi
Lihat bagaimana kontribusi Anda membawa harapan dan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan

Memasuki hari ke-2 Ramadhan 1447 H, suasana sore di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Risalah Hidayatullah Kediri terasa lebih segar dari biasanya. Kamis, 20 Februari 2026, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali mendistribusikan hidangan buka puasa bagi para santri penghafal Al-Qur’an.
Menjelang azan Maghrib, puluhan santri duduk berderet. Di hadapan mereka, hidangan sederhana telah tersaji. Namun bagi para penjaga ayat-ayat suci itu, buka puasa bukan sekadar melepas lapar. Ia adalah jeda sejenak sebelum kembali menyetorkan hafalan dan mengulang ayat-ayat yang harus dijaga dengan disiplin.
Program buka puasa Ramadhan yang dihadirkan BMH menjadi bagian dari upaya memastikan para santri dapat menjalani ibadah dengan kecukupan. Ketersediaan konsumsi selama Ramadhan tidak hanya membantu kebutuhan harian, tetapi juga meringankan beban operasional pesantren.
Senang dan Bersyukur
Salah satu santri, Abdullah Azzam, menyampaikan rasa syukur atas perhatian tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur atas buka puasa yang diberikan. Ini membuat kami semakin semangat menghafal Al-Qur’an dan beribadah di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum untuk membentangkan manfaat. Menurutnya, dukungan kepada santri penghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari komitmen BMH dalam menguatkan generasi Qur’ani.
“Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin memastikan para santri penghafal Al-Qur’an dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat dan kecukupan,” katanya.
Bagi BMH, distribusi buka puasa bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah bentuk kepedulian yang konkret dan berkelanjutan. Dari ruang makan pesantren inilah, hafalan demi hafalan dijaga. Dari meja sederhana itulah, lahir ketekunan yang kelak akan menerangi masyarakat.
Ramadhan selalu datang dengan suasana yang sama: lapar di siang hari dan syukur di waktu berbuka. Namun di tempat-tempat seperti ini, ia juga menghadirkan sesuatu yang lebih dalam—sebuah penguatan sunyi bagi mereka yang memilih mengisi masa muda dengan menjaga kalam Ilahi