Kabar Dampak Donasi
Lihat bagaimana kontribusi Anda membawa harapan dan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan
Di tengah proses pemulihan pascabanjir, Ramadhan datang membawa harapan baru bagi warga Dusun Karya, Kampung Rel, Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Di saat sebagian penyintas masih berjuang menata ulang hidup, kebutuhan paling mendasar—pangan untuk berbuka—menjadi hal yang tak bisa ditunda.
Melalui program “Dapur Bahagia Ramadhan”, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menghadirkan solusi nyata. Sebanyak 350 paket berbuka puasa diproduksi dan dibagikan kepada warga terdampak pada Jumat, 20 Februari 2026, bertepatan dengan 2 Ramadhan 1447 H.

“Program ini tidak sekadar membagikan makanan. BMH melibatkan ibu-ibu setempat untuk memasak dan menyiapkan hidangan. Para penyintas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari solusi. Dapur menjadi ruang pemulihan—tempat semangat gotong royong kembali tumbuh setelah bencana menguji ketahanan mereka,” ungkap Adnan amil BMH di lokasi.
Distribusi dilakukan secara terpusat di lokasi dapur serta melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas. Pendekatan ini memastikan bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Warga Bersyukur
Ibu Baiti, Ketua Dapur Bahagia sekaligus warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, kami bahagia bisa ikut menyiapkan paket berbuka untuk warga sekampung. Kami merasa saling menguatkan. Ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang kebersamaan,” ujarnya.
Adnan, menegaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen menghadirkan dampak langsung bagi penyintas.
“Kami melihat sendiri semangat ibu-ibu yang memasak sejak pagi. Saat paket dibagikan dan warga tersenyum, di situlah kami tahu bahwa zakat dan sedekah benar-benar sampai pada yang membutuhkan,” tuturnya.
Dampak Nyata Zakat, Infak dan Sedekah
Dapur Bahagia Ramadhan menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah mampu menjawab kebutuhan konkret masyarakat terdampak bencana. Di Aceh Tamiang, Ramadhan tahun ini tidak hanya diisi dengan doa dan ibadah, tetapi juga dengan kepedulian yang terorganisir dan tepat sasaran.

“BMH berkomitmen melanjutkan program ini di wilayah lain yang masih membutuhkan dukungan,” imbuh Adnan.
Setiap donasi yang dititipkan masyarakat menjadi energi bagi warga untuk bangkit—karena bagi para penyintas, seporsi makanan berbuka bisa berarti lebih dari sekadar santapan.
“Ia adalah tanda bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” pungkas Adnan