Kabar Dampak Donasi
Lihat bagaimana kontribusi Anda membawa harapan dan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan
Jalanan itu tak lagi berbentuk jalan. Lumpur tebal dan sisa longsor menutup akses, memutus nadi kehidupan di Desa Tukka, Tapanuli Tengah. Namun, rintangan alam itu tak menyurutkan nyali Tim Respon Darurat Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sumatera Utara (3/12).
Mereka memilih opsi tersulit: berjalan kaki. Memanggul logistik di pundak, para relawan menembus isolasi demi satu tujuan mulia, yakni memastikan tak ada warga yang kelaparan dalam kesendirian.
Perjuangan Melawan Medan
Kepala BMH Sumut, M. Nuh, melukiskan betapa beratnya perjuangan tim di lapangan. Kendaraan roda empat harus menyerah di tengah jalan. Namun, misi kemanusiaan tak boleh berhenti.

“Medan benar-benar tertutup banjir dan material longsor. Kami memutuskan turun, berjalan kaki, dan mendatangi satu per satu rumah warga. Kami ingin memastikan bantuan sampai langsung ke tangan mereka,” ujar Nuh sembari menggambarkan napas relawan yang masih memburu usai perjalanan panjang.
Langkah kaki para relawan ini bukan sekadar memindahkan barang, melainkan mengantar harapan yang nyaris padam.
Tangis Haru di Ujung Desa
Di salah satu sudut desa yang terisolasi itu, Rodiah dan keluarganya bertahan dalam kecemasan. Selama berhari-hari, mereka terkurung tanpa akses. Bantuan memang sempat turun melalui helikopter, namun lokasinya jauh dan tak terjangkau oleh kaki mereka yang lelah.
Rodiah nyaris putus asa. Hingga akhirnya, ia melihat rombongan berbaju seragam BMH muncul dari balik jalan berlumpur. Mereka datang membawa paket pangan tepat ke depan pintu rumahnya.
Wajah lelah Rodiah seketika berubah. Ia semringah. Senyum lebar merekah di wajahnya, seolah tak percaya ada orang yang mau bersusah payah menembus bahaya demi menemui keluarganya.

Energi Persaudaraan
Kedatangan tim BMH membawa pesan kuat bagi Rodiah dan warga Desa Tukka lainnya. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak sendirian.
Kebaikan dari saudara sebangsa dan seiman mampu menembus tembok isolasi setebal apa pun. Semangat Rodiah kini bangkit kembali, menyalakan optimisme bahwa Tapanuli Tengah akan segera pulih